LS Vinus Gelar Diskusi Media, Bahas Tantangan Kepemimpinan Rudy Susmanto - Jaro Ade

LS Vinus Gelar Diskusi Media, Bahas Tantangan Kepemimpinan Rudy Susmanto - Jaro Ade

Smallest Font
Largest Font

Bogor – Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) menggelar Diskusi Media bertajuk “Menjelang 100 Hari Pemerintahan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi” di Sekretariat Nasional LS Vinus, Perumahan Bumi Cibinong Endah (BCE), Kelurahan Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (12/02/2025).

Diskusi ini menghadirkan para tokoh akademisi, jurnalis, dan pemerintahan, yang membahas evaluasi awal serta tantangan kepemimpinan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi (Jaro Ade) dalam membangun Kabupaten Bogor.

Pemateri dan Pandangan Mereka

Diskusi dipandu oleh Rizki Riyanto (Direktur Eksekutif LS Vinus) dan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, antara lain:    1.    Yusfitriadi (Visi Nusantara Maju)
    2.    Nihrawati AS (Direktur Radar Bogor)
    3.    Deddy Firdaus (Ketua PWI Kabupaten Bogor)
   

Yusfitriadi: Kabupaten Bogor Harus Terbebas dari Oligarki

Menurut Yusfitriadi, Kabupaten Bogor adalah daerah yang memiliki daya tarik besar secara politik dan ekonomi. Namun, ia menegaskan bahwa intervensi oligarki harus segera diatasi agar kebijakan pemerintah daerah benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

Selain itu, kedekatan Rudy Susmanto dengan elite politik nasional dinilai sebagai peluang besar untuk menarik berbagai program pembangunan dari pusat. 

“Koneksi politik yang kuat bisa menjadi jalan bagi Kabupaten Bogor untuk mendapatkan anggaran dan program strategis yang lebih besar,” ujarnya.

Deddy Firdaus: Optimisme dan Pengawalan Program 100 Hari

Ketua PWI Kabupaten Bogor, Deddy Firdaus, menegaskan bahwa media akan mengawal setiap langkah pemerintahan Rudy Susmanto – Jaro Ade dalam 100 hari pertama mereka.

“Kami optimistis dengan kepemimpinan mereka, tetapi tetap harus ada pengawasan yang ketat terhadap implementasi program-program yang dijanjikan,” kata Deddy.

Nihrawati AS: Program 100 Hari Harus Konkret

Nihrawati AS, selaku Direktur Radar Bogor, menyoroti pentingnya program 100 hari yang lebih terarah dan konkret.

“Jangan sampai program 100 hari ini hanya menjadi jargon atau rencana umum tanpa realisasi nyata. Yang lebih penting adalah menyelesaikan program-program dasar terlebih dahulu sebelum masuk ke proyek yang lebih besar,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa evaluasi tahunan terhadap kinerja pemerintah harus dilakukan secara berkala agar pembangunan berjalan efektif.

Tantangan Kabupaten Bogor: Indikator Kinerja Masih Rendah

Dalam sesi tanya jawab, Nihrawati AS mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang ada, tingkat capaian indikator pembangunan di Kabupaten Bogor masih sangat rendah, hanya sekitar 23%.

“Angka ini jelas menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Rudy Susmanto – Jaro Ade. Perlu ada kebijakan yang lebih progresif untuk meningkatkan pencapaian ini,” tambahnya.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Diskusi ini menegaskan bahwa masyarakat, media, dan akademisi memiliki harapan besar terhadap kepemimpinan Rudy Susmanto dan Jaro Ade. Namun, di saat yang sama, mereka juga menuntut pengawasan yang ketat agar janji kampanye bisa terealisasi dalam 100 hari pertama pemerintahan.

LS Vinus menegaskan akan terus menjadi wadah kajian kebijakan dan diskusi strategis yang bertujuan untuk memastikan Kabupaten Bogor berkembang sesuai dengan harapan masyarakat.

(Rei/Red)

Editors Team
Daisy Floren
Daisy Floren
Reirisky Author

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow