Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 43 Tahun 1997 mendistribusikan bantuan kemanusiaan seberat kurang lebih 10 ton untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatra dan Maluku Utara.
Penyerahan simbolis bantuan tersebut dilaksanakan di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, pada Kamis, 15 Januari 2026. Aksi sosial ini menggunakan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 sebagai sarana awal pengangkutan logistik.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas para alumni AAL 43/1997 terhadap warga yang mengalami dampak langsung akibat bencana, seperti banjir dan tanah longsor, yang mengganggu aktivitas dan kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul, M.Han., selaku perwakilan Alumni, menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak.
"Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, dan semoga wilayah tersebut dapat segera pulih sehingga pembangunan untuk mengembalikan kehidupan masyarakat dapat segera dilakukan," ujar Laksma TNI Tunggul.
Bantuan yang didistribusikan berjumlah total kurang lebih 10 ton, terdiri dari 697 paket bantuan. Paket tersebut berisi makanan siap saji dan berbagai keperluan lain yang sifatnya dapat langsung digunakan oleh masyarakat.
Pendistribusian logistik dibagi menjadi dua wilayah utama, yakni Sumatra dan Maluku Utara.
Untuk wilayah Sumatra, penyaluran bantuan akan dilakukan secara langsung ke sejumlah titik terdampak. Proses ini melibatkan unsur TNI AL di kewilayahan, serta aparat setempat, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau komunitas yang paling membutuhkan.
Sementara itu, untuk wilayah Maluku Utara, bantuan diangkut menggunakan KRI Dorang-874, yang saat ini telah berada di lokasi. Penyaluran logistik di wilayah tersebut dilaksanakan oleh Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ternate, dengan fokus distribusi ke wilayah Halmahera Barat dan Halmahera Utara.



