TUBAN - Anggota MPR RI Ratna Juwita Sari kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan fokus khusus pada penguatan peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keutuhan demokrasi Indonesia.

Acara yang digelar di Yayasan Faaz Kabupaten Tuban ini menghadirkan peserta dari berbagai komunitas perempuan, organisasi kemasyarakatan, tokoh lokal, serta mahasiswa.

Dalam kegiatan ini, Ratna Juwita menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga fondasi kebangsaan melalui internalisasi nilai-nilai Empat Pilar MPR RI, yaitu:

1. Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final negara
4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu

Menurut pemaparan narasumber, perempuan hari ini bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek dan penggerak utama dalam memperkuat demokrasi, toleransi, serta harmoni sosial. 

Dengan keterlibatan aktif perempuan, nilai-nilai Empat Pilar tidak hanya menjadi konsep normatif, melainkan praktik keseharian yang menghidupi ruang sosial keluarga hingga komunitas.

“Perempuan punya posisi penting dalam memperkuat karakter bangsa. Ketika perempuan memahami Empat Pilar, maka generasi yang lahir dari lingkungan keluarga akan tumbuh dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat,” ujar Anggota MPR RI dalam pemaparannya.

Kegiatan ini juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perempuan, termasuk akses pendidikan, ruang partisipasi publik, kesetaraan kesempatan politik, serta peran perempuan dalam mencegah polarisasi dan kekerasan berbasis identitas. 

Peserta diajak berdiskusi mengenai bagaimana nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dapat menjadi pedoman dalam merawat keberagaman dan mendorong inklusi sosial.
Di sela kegiatan, peserta memberikan testimoni bahwa sosialisasi ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya perempuan mengambil peran lebih aktif dalam menjaga negara.