TUBAN - Dalam upaya memperkuat fondasi kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045, Anggota MPR RI  Ratna Juwita Sari menggelar Sosialisasi Empat Pilar sebagai ruang dialog strategis untuk memastikan bahwa kemajuan bangsa berjalan seiring dengan penguatan karakter dan jati diri nasional.

Kegiatan yang digelar di Yayasan Faaz Kabupaten Tuban ini menghadirkan suasana diskusi yang hidup, mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan untuk bersama-sama menghidupkan kembali nilai kebangsaan di tengah dinamika zaman.

Dalam pemaparannya, Narasumber menegaskan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas bukan hanya bertumpu pada pembangunan ekonomi atau transformasi teknologi, tetapi juga memerlukan masyarakat yang memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

Di tengah gelombang digitalisasi, perubahan sosial, dan kompetisi global yang semakin ketat, Empat Pilar MPR RI menjadi penuntun agar bangsa Indonesia tetap memiliki arah, moralitas, dan identitas dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pancasila dijelaskan sebagai landasan etis yang mampu menjaga bangsa dari disintegrasi dan konflik sosial, terutama ketika arus informasi begitu mudah memengaruhi opini publik.

UUD NRI Tahun 1945 dipahami sebagai fondasi konstitusional bagi penyelenggaraan negara yang transparan, modern, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.

Sementara itu, NKRI dan semangat Bhinneka Tunggal Ika ditekankan sebagai modal sosial utama yang akan menentukan kokohnya persatuan nasional menghadapi perubahan global.

Dalam sesi diskusi, peserta diajak membayangkan wajah Indonesia Emas 2045: negara dengan sumber daya manusia unggul, ekonomi yang kompetitif, masyarakat digital yang matang, serta demokrasi yang kuat dan berkeadaban. 

Semua itu hanya dapat tercapai jika nilai-nilai kebangsaan terus ditanamkan, dihidupi, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari—baik di ruang publik maupun ruang digital yang kini menjadi lanskap baru kehidupan sosial.