LOMBOK TIMUR — Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Bali Nusra menyatakan dukungan penuh terhadap Aliansi Pemuda Peduli Pariwisata Indonesia (APIPI) yang menggelar aksi penyampaian aspirasi terkait tata kelola pariwisata di Kabupaten Lombok Timur, Jumat (23/01/2026).
Aksi yang telah berlangsung hingga dua jilid di depan Kantor Bupati Lombok Timur tersebut dinilai sebagai bentuk partisipasi demokratis yang sah dan dijamin oleh konstitusi. Namun, dalam pelaksanaannya terjadi situasi yang tidak kondusif hingga menyebabkan mahasiswa dan masyarakat menjadi korban, sebagaimana diberitakan sejumlah media.
Koordinator BEM SI Wilayah Bali Nusra menilai bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, khususnya Bupati Lombok Timur, belum menunjukkan sikap dan langkah konkret yang bertanggung jawab atas tuntutan yang disampaikan APIPI. Baik terkait substansi persoalan tata kelola pariwisata maupun insiden yang menimpa massa aksi, dinilai belum ada kejelasan sikap politik dan pertanggungjawaban secara terbuka.
Dalam pernyataan resminya, BEM SI Bali Nusra menegaskan sejumlah poin tuntutan sebagai bentuk sikap organisasi terhadap dinamika yang terjadi, yakni:
- Menyatakan dukungan penuh terhadap Aliansi APIPI dalam memperjuangkan pengelolaan sektor pariwisata yang adil, transparan, dan berpihak kepada masyarakat lokal.
- Menuntut penghentian segala bentuk tindakan represif, intimidasi, dan kekerasan terhadap massa aksi, serta mendesak adanya klarifikasi dan pertanggungjawaban terbuka dari pihak-pihak terkait.
- Mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk membuka ruang dialog yang substantif dan bermakna, bukan sekadar formalitas, serta menghasilkan keputusan politik yang jelas dan berpihak pada kepentingan rakyat.
- Menegaskan bahwa apabila tuntutan Aliansi APIPI tidak segera ditindaklanjuti secara serius, maka aksi lanjutan atau Aksi Jilid III menjadi konsekuensi logis atas kegagalan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan.
“Pemerintah daerah harus hadir secara serius, tidak hanya merespons tuntutan, tetapi juga memastikan tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak demokratis masyarakat,” tegas perwakilan BEM SI Bali Nusra.
BEM SI Wilayah Bali Nusra juga mengajak seluruh elemen gerakan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil, khususnya di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, untuk terus mengawal dan mengonsolidasikan perjuangan tersebut demi tegaknya nilai-nilai demokrasi, keadilan, serta keberpihakan terhadap rakyat Lombok Timur.

