Manado – Duka mendalam menyelimuti peristiwa gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter yang mengguncang Manado, Sulawesi Utara. Seorang pedagang kaki lima (PKL), Deitje Lahia (69), dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan Gedung KONI saat tengah berjualan.
Korban diketahui merupakan pelaku UMKM yang sehari-hari menjajakan makanan dan minuman di sekitar lokasi kejadian. Deitje Lahia merupakan warga Kelurahan Sario, Manado. Selain korban meninggal dunia, dilaporkan satu orang lainnya mengalami kondisi kritis dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan, Ali Mahsun ATMO, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Deitje Lahia. Ia menyebut almarhumah sebagai “pahlawan ekonomi keluarga” yang gugur saat berjuang mencari nafkah halal untuk keluarganya.
“Beliau meninggal saat berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya. Selamat jalan pahlawan ekonomi rakyat kecil, semoga mulia di sisi-Nya,” ujar Ali Mahsun dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Sebagai bentuk kepedulian, Ketua Umum APKLI-P menginstruksikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APKLI-P Sulawesi Utara untuk segera membuka posko bantuan bagi korban gempa. Selain itu, organisasi juga diminta turut membantu proses pemakaman almarhumah serta memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Gempa bumi yang terjadi juga sempat memicu kekhawatiran akan potensi tsunami, meski hingga saat ini informasi lebih lanjut masih terus dipantau oleh otoritas terkait.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan kerentanan masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha informal, terhadap bencana alam yang datang tanpa peringatan. Solidaritas dan dukungan berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban para korban dan keluarga yang terdampak.

