KOTA BOGOR – Gelaran tahunan Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM) 2026 resmi dimulai dengan santunan dan buka puasa bersama ratusan anak yatim di Vihara Dhanagun, Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Minggu 1 Maret 2026.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengatakan momentum ini bukan sekadar seremoni budaya, melainkan simbol kuatnya ikatan sosial antarumat beragama.

Adityawarman menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah lama mengakar di Bogor. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dalam acara tersebut mempertegas dukungan pemerintah terhadap keberagaman.
Sementara Ketua Panitia Cap Go Meh 2026, Arifin Hikmawan, menjelaskan bahwa tradisi buka bersama di vihara ini telah memasuki tahun ke-11. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk berbagi kebahagiaan.
"Ini adalah tahun ke-11 buka bersama yang diadakan di Vihara Dhanagun. Kegiatan ini merupakan bukti nyata toleransi antarumat beragama di Kota Bogor," ujar Arifin.
Arifin menambahkan, sebanyak 400 anak yatim yang berasal dari enam kecamatan di Kota Bogor diundang untuk merasakan hangatnya kebersamaan di rumah ibadah umat Buddha tersebut.

"Jadi setiap kecamatan masing-masing ada 60 anak yatim kurang lebihnya yang datang ke acara bukber ini," jelasnya.
Senada dengan pesan yang dibawa Adityawarman Adil, pihak panitia berharap agar semangat kebersamaan ini tidak berhenti pada seremonial tahunan saja. Harmonisasi yang tercipta diharapkan menjadi pondasi kehidupan bertetangga di Kota Bogor.
"Semoga kerukunan umat antar agama di Kota Bogor ini tetap harmonis seterusnya. Dan juga bisa selalu rukun hidup berdampingan," tutup Arifin.

