BOGOR — Perhelatan literasi tahunan, Bogor Book Fair 2026, resmi dibuka pada Selasa (24/3/2024) di IPB International Convention Center. Pembukaan secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Bogor, Dedie Abdu Rachim, didampingi Direktur IPB Press, Erick Wahyudyono, menandai dimulainya rangkaian acara yang akan berlangsung hingga Minggu, 29 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB University melalui Kementerian Industri Kreatif. Acara ini mempertemukan berbagai elemen, mulai dari akademisi, praktisi, hingga komunitas literasi di Kota Bogor.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim menekankan bahwa budaya membaca adalah fondasi utama dalam pembangunan kota. Ia mengibaratkan buku sebagai "jendela dunia" dan mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk konsisten membaca minimal satu jam setiap hari.
"Dengan membaca, kita bisa saling bahu-membahu membangun Kota Bogor menjadi lebih maju," ujar Dedie.
Upaya penguatan literasi di Kota Bogor menunjukkan tren positif. Data tahun 2024 mencatat Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Bogor mencapai 91,79 poin. Angka ini merupakan yang tertinggi di Jawa Barat dan masuk dalam kategori sangat tinggi. Capaian tersebut dinilai sebagai buah sinergi antara pemerintah, pegiat literasi, serta ketersediaan ruang publik yang ramah baca.
Rangkaian hari pertama Bogor Book Fair 2026 dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan diskusi edukatif. Pengunjung disuguhi tari tradisional dari Sanggar Obor, pertunjukan musik Harpas IBI Kesatuan, hingga seminar industri kreatif bersama REKA Bogor.
Selain pameran buku, acara ini juga menghadirkan talkshow IPB Book Party, diskusi bersama Agrimovie Filmmaker Club, pertunjukan teater, serta peluncuran buku berjudul “Raung Haira” pada sesi malam hari.
Panitia penyelenggara menyatakan bahwa Bogor Book Fair 2026 didesain bukan sekadar pameran buku konvensional, melainkan ruang interaksi inklusif antara penulis, pembaca, dan pelaku industri kreatif. Masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya diharapkan dapat meramaikan ajang ini guna mendukung keberlanjutan budaya literasi di Indonesia.

