BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mematangkan langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana dan layanan kemanusiaan melalui penguatan kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Bogor Rudy Susmanto dan jajaran pengurus PMI di Aula Soekarno Hatta, Pendopo Bupati, Kamis (23/1/2025).


Pertemuan tersebut menitikberatkan pada penyusunan konsep sistem respons darurat terpadu yang mampu bergerak cepat sejak fase awal bencana. Sistem ini dirancang mencakup layanan kesehatan lapangan, dukungan logistik, serta operasional dapur umum bergerak yang terkoordinasi lintas sektor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menilai PMI memiliki peran strategis sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam situasi krisis. Dengan jaringan relawan yang luas dan pengalaman lapangan yang kuat, PMI dinilai mampu menjadi ujung tombak pelayanan kemanusiaan yang cepat dan tepat sasaran.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara reaktif. Kita harus menyiapkan sistem yang siap bergerak, terlatih, dan terintegrasi. Di sinilah peran kolaborasi dengan PMI menjadi sangat penting,” kata Rudy Susmanto.

Lebih lanjut, Rudy menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mendukung penguatan sarana dan prasarana PMI sesuai kewenangan daerah, termasuk optimalisasi armada layanan kesehatan dan sistem distribusi logistik darurat.

Sementara itu, sinergi yang dibangun tidak hanya difokuskan pada penanganan pascabencana, tetapi juga pada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat. Edukasi kebencanaan, peningkatan kapasitas relawan, serta penguatan koordinasi lintas instansi menjadi bagian dari agenda bersama ke depan.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap tercipta sistem penanggulangan bencana yang lebih adaptif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah Bogor.