BOGOR – Kegiatan Reses II DPRD Kabupaten Bogor masa sidang kedua tahun 2026 digelar di Aula Kecamatan Cileungsi, Dapil II. Kegiatan ini menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat sekaligus pemaparan rencana dan evaluasi pembangunan wilayah.Rabu, (11/02/2026).


Dalam forum tersebut, Camat Cileungsi, Drs. Adi Henryana, AP, M.Si, menyampaikan gambaran umum kondisi wilayah serta sejumlah usulan program pembangunan. Untuk tahun anggaran 2026, Kecamatan Cileungsi mengajukan 33 program pembangunan, sementara untuk tahun 2027 tercatat 107 usulan program pembangunan yang akan diperjuangkan melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Camat Cileungsi juga memaparkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kecamatan Cileungsi pada tahun 2025–2026 terhadap Pemkab Bogor. Selain itu, isu persoalan sampah masih menjadi permasalahan utama di wilayah Cileungsi. Namun demikian, solusi penanganan sampah telah masuk dalam daftar usulan program pembangunan tahun 2026–2027.

Seluruh paparan tersebut dicatat sebagai usulan tambahan program pembangunan tahun 2026, yang selanjutnya akan diperjuangkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil II dalam rapat paripurna. Reses ini dihadiri Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Golkar, PPP, PKS, dan NasDem.

Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PPP, Junaedi Samsudin, SH. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir, di antaranya para kepala desa se-Kecamatan Cileungsi, MUI, TP-PKK, Karang Taruna, KNPI, PGRI, UPT PU I–IV, kepala puskesmas dan unit pelayanan kesehatan, pendamping lingkungan hidup, PMI Kecamatan Cileungsi, para kepala sekolah SD, pembina PAUD, LPM, serta unsur masyarakat lainnya.

Junaedi menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan Camat dan peserta reses telah dicatat dengan baik dan akan menjadi Pokir DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Kabupaten Bogor. Ia juga meminta dukungan dan doa dari masyarakat agar usulan tersebut dapat terealisasi.

Pada sesi kedua, pimpinan sidang membuka ruang dialog dan tanya jawab. Sejumlah isu strategis mengemuka, di antaranya persoalan saluran dan drainase. Kepala Desa Pasir Angin, Ismail HS, menyampaikan masalah saluran Ciketing yang melintasi tiga wilayah, yakni Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Hal ini mendapat tanggapan dari Beben Suhendar, SH, MH (Fraksi Gerindra, Komisi III) yang menyarankan peninjauan lapangan bersama Camat, Dinas PUPR, dan pihak terkait, termasuk unsur pengusaha bila diperlukan.

Selain itu, Kepala Desa Situsari (Dahlan) dan Kepala Desa Cipeucang (Gopur Atmaja) menyampaikan persoalan aliran Kali Cibarengkok/BPSK yang mengalami penyumbatan total dan menyebabkan banjir musiman hingga ke wilayah Cipeucang. DPRD mencatat aspirasi tersebut untuk dilakukan peninjauan langsung guna mencari solusi bersama.

Berbagai aspirasi lain juga disampaikan peserta rapat, antara lain persoalan sampah dan lingkungan hidup, perbaikan sekolah dan penambahan ruang kelas, pemblokiran BPJS bagi lansia, kondisi jalan rusak di sejumlah titik wilayah Cileungsi, serta kebutuhan lahan kantor PGRI Kecamatan Cileungsi.