JAKARTA — Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) menyatakan mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto. Namun demikian, APKLI-P menilai pelaksanaan MBG di lapangan masih menyisakan banyak persoalan serius dan belum sejalan dengan roh serta marwah kepemimpinan Presiden RI ke-8.


Ketua Umum APKLI-P dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed menegaskan, selain sebagai pengungkit gizi generasi emas Indonesia, MBG sejatinya juga dirancang sebagai driver ekonomi UMKM, instrumen penghapusan pengangguran, serta pengentasan kemiskinan.

“Kami menerima banyak keluhan dari berbagai daerah. Setelah hampir setahun berjalan, MBG justru berdampak pada tutupnya kantin sekolah, sepinya kuliner di sekitar sekolah, bahkan banyak yang gulung tikar. Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok MBG pun masih sangat kecil,” tegas Ali Mahsun saat Peringatan Harlah APKLI-P ke-33 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut bertolak belakang dengan sikap Presiden Prabowo Subianto yang selama ini dikenal menghormati dan memuliakan pelaku PKL dan UMKM sebagai penggerak ekonomi rakyat berbasis kerja halal dan keringat sendiri.

Ali Mahsun menjelaskan, dengan target 82,9 juta porsi MBG per hari dan anggaran tahun 2026 sebesar Rp269 triliun, seharusnya ekosistem UMKM — khususnya kantin sekolah, kuliner sekitar sekolah, dan UMKM rantai pasok — terdongkrak signifikan.

“Jika dikelola benar, MBG dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi hingga 0,5 persen. Target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen pada 2029 sangat mungkin tercapai. Bukan sebaliknya, justru mematikan ekonomi rakyat kecil dan berpotensi memicu lonjakan inflasi,” ujarnya.

APKLI-P juga menyampaikan bahwa aspirasi tersebut telah disampaikan langsung kepada Menteri UMKM Maman Abdurrahman pada Rabu (28/1/2026). Dalam pertemuan itu, APKLI-P menekankan pentingnya prioritas keterlibatan kantin sekolah, kuliner sekitar sekolah, UMKM rantai pasok, serta rakyat menganggur dan miskin sebagai pelaku produktif, baik pekerja maupun wirausaha.

Harlah APKLI-P ke-33 tahun ini mengusung tema besar:

“MBG sebagai Driver Gizi dan UMKM, serta Penghapusan Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia.”