Jalesveva Jayamahe
JAKARTA — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Udara TNI AL (Lanudal) Jakarta, Pondok Cabe, Rabu (11/2/2026). Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan mewakili Panglima Korps Marinir secara langsung melepas dan memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu prajurit terbaik Korps Marinir TNI AL, Kopka Marinir (Anumerta) Edi Hariyono.

Almarhum gugur dalam peristiwa bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Jenazah dilepas untuk diberangkatkan menuju kampung halaman di Provinsi Lampung.
Prosesi penghormatan diawali dengan pelaksanaan salat jenazah, kemudian dilanjutkan dengan upacara pelepasan militer sebagai simbol penghargaan tertinggi atas pengabdian, loyalitas, serta dedikasi almarhum kepada bangsa dan negara selama berdinas di Korps Marinir TNI AL.
Dalam pesan yang disampaikan pimpinan Korps Marinir, ditegaskan bahwa kepergian almarhum merupakan duka mendalam bagi seluruh keluarga besar TNI AL, khususnya Korps Marinir. Namun, semangat juang, pengabdian, dan loyalitas almarhum akan senantiasa menjadi teladan serta inspirasi bagi generasi prajurit Marinir yang melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Hingga saat ini, dari total 23 prajurit yang menjadi korban dalam musibah tersebut, sebanyak 18 prajurit telah berhasil ditemukan dan dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Meskipun operasi pencarian resmi oleh Basarnas telah dinyatakan berakhir, Korps Marinir TNI AL menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan upaya pencarian terhadap lima prajurit lainnya selama tujuh hari ke depan.
Langkah tersebut diambil bukan semata sebagai prosedur, melainkan sebagai wujud janji moral, jiwa korsa, dan ikatan persaudaraan yang kuat di lingkungan Korps Marinir. Korps Marinir TNI AL berkomitmen untuk membawa pulang seluruh prajuritnya, memastikan tidak ada satu pun rekan seperjuangan yang tertinggal di medan tugas.
Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

