BOGOR – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor menggelar aksi evaluasi satu tahun kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Balai Kota, Jumat (13/2/2026). Aksi bertajuk “Evaluasi 1 Tahun Pemerintah Kota Bogor: #BogorNggaBeres” tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP.

Massa mulai berkumpul sekitar pukul 15.00 WIB sebelum bergerak menuju Balai Kota Bogor. Mereka membawa spanduk, poster tuntutan, serta membentangkan simbol “Raport Merah Bogor” sebagai bentuk kritik terhadap capaian pemerintahan selama satu tahun terakhir.


Mahasiswa Soroti Kinerja Pemkot Bogor

Koordinator Aliansi BEM se-Bogor, Indra Mahfuzhi, menegaskan aksi tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa yang dijamin konstitusi.

“Mahasiswa hadir bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk mengingatkan. Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk membaca arah kebijakan. Kami ingin memastikan visi ‘Bogor Beres, Bogor Maju’ benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikap, mahasiswa menyoroti sejumlah isu strategis yang dinilai belum optimal, di antaranya:

  • Ketenagakerjaan dan serapan tenaga kerja lokal
  • Transparansi pengelolaan keuangan daerah
  • Capaian ruang terbuka hijau (RTH)
  • Tata kelola persampahan
  • Pembangunan infrastruktur
  • Kualitas pelayanan publik
  • Kesejahteraan guru
  • Aliansi BEM se-Bogor juga menyerahkan dokumen resmi berisi evaluasi dan rekomendasi kebijakan kepada Pemkot Bogor sebagai bentuk tindak lanjut aspirasi.
  • Wakil Wali Kota Respons Aspirasi

Aksi tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang menemui perwakilan mahasiswa di halaman Balai Kota. Dalam dialog terbuka, Jenal menyampaikan apresiasi atas partisipasi mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan.

“Kritik dan masukan dari mahasiswa menjadi energi bagi kami untuk berbenah. Pemerintah Kota terbuka untuk berdiskusi dan memastikan setiap kebijakan berpihak pada kepentingan masyarakat,” Ujar Jenal.