Jakarta, 7 Januari 2026 — Solidaritas Alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) lulusan tahun 1989 kembali ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan besar-besaran. Para perwira tinggi aktif dan purnawirawan dari empat matra (TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri) menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatra.

Prosesi pelepasan bantuan kemanusiaan ini dilaksanakan di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (7/1/2026). Sebagai unsur angkut utama, digunakan Kapal Rumah Sakit TNI Angkatan Laut, KRI dr. Soeharso-990, untuk memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau lokasi terdampak dengan cepat dan efektif.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang juga merupakan perwakilan dari Alumni Akabri 89, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari pengabdian dan empati angkatannya.
"Bantuan kemanusiaan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan aksi nyata kami, Alumni Akabri 89, dalam mendukung upaya penanggulangan bencana nasional. Kami berharap langkah ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang mengalami masa sulit," ujar Laksamana Muhammad Ali.
Paket bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan mendasar untuk mendukung pemulihan awal pascabencana. Logistik yang diangkut KRI dr. Soeharso-990 meliputi paket bahan pangan (sembako), kebutuhan harian darurat, perlengkapan tidur dan sandang, serta alat kerja dan kebersihan. Selain itu, bantuan juga mencakup kebutuhan dapur seperti tabung gas, kompor, selang regulator, dan perlengkapan memasak.

Aksi solidaritas ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan fisik, tetapi juga menegaskan komitmen kuat dari personel TNI-Polri, khususnya para Alumni Akabri 89, untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam setiap misi kemanusiaan.

Diharapkan seluruh bantuan yang dikirimkan melalui aset TNI AL tersebut dapat segera terdistribusi secara tepat sasaran guna mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat dan infrastruktur di wilayah Sumatra pascabencana.



