BOGOR — Kabupaten Bogor mengukuhkan posisinya sebagai destinasi utama wisatawan nusantara (wisnus) di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Kabupaten Bogor mencatatkan persentase kunjungan tertinggi wisnus dibandingkan seluruh daerah lain di provinsi tersebut sepanjang periode Januari hingga November 2025.
BPS Jawa Barat merilis, total perjalanan wisatawan nusantara di Jawa Barat secara kumulatif pada periode Januari–November 2025 mencapai 193,24 juta perjalanan. Khusus pada November 2025, jumlah perjalanan wisnus tercatat sebanyak 17,66 juta perjalanan.
Dalam periode tersebut, wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) dan Bandung Raya masih mendominasi pergerakan wisata di Jawa Barat, dengan kontribusi gabungan mencapai 51,90 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara.
Bogor Ungguli Kota Metropolitan
Secara spesifik, Kabupaten Bogor menempati peringkat teratas sebagai daerah tujuan wisnus di Jawa Barat dengan capaian persentase sebesar 14,98 persen. Angka ini jauh melampaui wilayah-wilayah metropolitan lainnya.
Posisi berikutnya ditempati oleh Kota Bandung dengan 11,30 persen, diikuti oleh Kota Bekasi 6,80 persen, Kabupaten Bandung 6,74 persen, Kabupaten Bekasi 6,28 persen, dan Kota Depok 5,72 persen.
ANTAM Pongkor Bogor Klarifikasi Dugaan Kebocoran, Bupati Bogor Rudy Susmanto Tinjau Lokasi
Tingginya minat kunjungan ke Kabupaten Bogor didukung oleh kekayaan destinasi wisata alam dan keragaman budaya yang ditawarkan. Kawasan Puncak hingga saat ini menjadi primadona utama bagi wisnus, terutama untuk wisata keluarga, rekreasi, dan edukasi. Selain itu, destinasi alam seperti pegunungan, air terjun, hutan, dan desa-desa wisata berbasis alam dan budaya lokal turut menjadi daya tarik utama.
Dampak Event dan Kebijakan Strategis
Peningkatan kunjungan wisatawan juga didorong oleh penyelenggaraan berbagai event berskala daerah hingga nasional yang rutin digelar. Beberapa kegiatan yang terbukti efektif menarik kunjungan wisatawan antara lain konser musik, Bogor Run, Bogor Overland, serta berbagai festival olahraga, otomotif, dan seni budaya. Event-event ini tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal (length of stay) wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.



