BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan percepatan penanganan kerusakan Jalan Mengker–Sukadamai, Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol, menyusul meningkatnya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan berlubang dan rusak parah, khususnya menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 2026.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang digelar di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, Jumat (27/2/2026).

Dalam pertemuan itu ditegaskan bahwa kewenangan penanganan jalan telah dialihkan dari Pemerintah Kabupaten Bogor kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, seiring dengan pelaksanaan proyek strategis pembangunan Bendungan Cijurey yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.


Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) II, Beben Suhendar, menyampaikan bahwa pembangunan ruas Jalan Mengker yang menghubungkan Desa Sirnagalih–Bendungan–Balekambang (Kecamatan Jonggol) hingga Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur—lokasi Bendungan Cijurey—tengah dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui BBWS Citarum.

“Pembangunan ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional. Namun kami juga menekankan agar tanggung jawab terhadap dampak kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan berat proyek tetap dipenuhi sesuai kesepakatan,” ujar Beben.

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya telah dilakukan nota kesepahaman (MoU) yang menyatakan bahwa kondisi jalan menjadi tanggung jawab BBWS selama masa pelaksanaan proyek. Aktivitas kendaraan berat proyek dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan milik Kabupaten Bogor tersebut.

Kerusakan jalan yang cukup parah kini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain menghambat mobilitas warga, sejumlah insiden kecelakaan lalu lintas dilaporkan terjadi, baik melibatkan sepeda motor maupun kendaraan truk yang terguling akibat kondisi jalan berlubang dan tidak rata.

Masyarakat dan tokoh setempat mendesak agar perbaikan segera dilakukan sebelum momentum Lebaran guna mencegah potensi kecelakaan lanjutan serta memastikan kelancaran arus kendaraan.

Menanggapi hal tersebut, pihak BBWS Citarum  menyatakan kesiapan untuk menangani persoalan tersebut. Bahkan, ruas jalan sepanjang kurang lebih 9 kilometer telah masuk dalam perencanaan betonisasi menggunakan dana APBN sebagai solusi jangka panjang guna meningkatkan kualitas dan ketahanan jalan.