‎BOGOR – Para Petani di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor kecamatan setempat. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kondisi irigasi yang dinilai tidak berfungsi optimal dan berdampak langsung pada produktivitas pertanian masyarakat.

‎Rabu, 23/04/2036.


‎Dalam pernyataannya, Ketua Perwakilan Petani Tanjungsari, Syarif Hidayatullah, menyoroti ketimpangan antara kewajiban petani dalam membayar pajak dengan minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur irigasi. Ia menyebutkan, saluran air yang seharusnya menjadi penunjang utama sektor pertanian justru tidak terurus dengan baik.



‎“Irigasi tidak berjalan, petani menderita,” menjadi salah satu seruan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

‎Sistem irigasi Cikumpeni yang menjadi sorotan memiliki panjang sekitar 8,5 kilometer dan mengairi kurang lebih 790 hektare lahan persawahan. Irigasi ini melintasi lima desa di Kecamatan Tanjungsari, yakni Desa Sirnarasa, Sirnasari, Tanjungsari, Pasir Tanjung, dan Tanjungrasa.

Halaman:
R
E
Editor: Redaksi
Penulis: E/A