Jalesveva Jayamahe
JAKARTA — TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum serta menjaga keamanan dan kedaulatan laut nasional. Unsur TNI AL KRI Surik-645 berhasil mengamankan sebuah kapal tug boat TB. Lentari Perdana yang diduga kuat melakukan pelanggaran pelayaran dan pengangkutan solar ilegal di perairan Timur Tanjung Piayu, pekan ini.

Kapal berbendera Indonesia tersebut dinakhodai oleh seorang pria berinisial S, dengan jumlah awak kapal sebanyak enam orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, TB. Lentari Perdana kedapatan mengangkut sekitar 35 ton solar ilegal dengan rute pelayaran menuju wilayah Sagulung.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) KRI Surik-645, ditemukan sejumlah pelanggaran serius terhadap ketentuan perundang-undangan di bidang pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim. Pelanggaran tersebut meliputi kapal berlayar tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan surat olah gerak, tidak mengaktifkan Automatic Identification System (AIS), tidak memiliki dokumen kepelautan yang sah, serta mengangkut bahan bakar minyak jenis solar tanpa izin resmi.

Selain itu, petugas juga menemukan Oil Water Separator (OWS) dalam kondisi tidak berfungsi, garis muat kapal tidak terlihat, pas besar kapal belum di-endorse, serta tidak adanya sertifikat kecakapan bagi nakhoda dan awak kapal.
Berbagai pelanggaran tersebut dinilai berpotensi mengancam keselamatan pelayaran, mencemari lingkungan laut, serta menimbulkan kerugian negara dari sektor ekonomi dan energi. Sebagai tindak lanjut, pada Minggu malam (8/2), kapal beserta seluruh awak dan barang bukti telah diserahkan kepada Lanal Bintan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Penindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI Angkatan Laut dalam menegakkan hukum di laut, mencegah aktivitas ilegal, serta menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perairan yurisdiksi nasional. Hal ini sejalan dengan kebijakan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut dalam mewujudkan laut Indonesia yang aman, tertib, dan berdaulat, sebagaimana penekanan Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

