Jalesveva Jayamahe
JAKARTA,- Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc. dan Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza melepas langsung keberangkatan KRI Bima Suci dalam rangka melanjutkan pelayaran etape kedua Kartika Jala Krida (KJK) 2026 di Dermaga Markas Komando Lintas Laut Militer (Mako Kolinlamil), Jakarta Utara. Selasa (31/3).


Pelepasan ini menandai dimulainya Pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa, sekaligus pelaksanaan latihan praktek pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2026 bagi Taruna Akademi TNI AL (AAL) Angkatan ke-73.
Latihan dan Praktek kali ini TNI AL menggandeng Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat diplomasi maritim sekaligus mendorong promosi produk UMKM Indonesia ke pasar internasional.
Keterlibatan Kementerian UMKM dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas promosi produk lokal ke pasar global melalui kolaborasi dengan TNI AL. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas, memperkuat branding, serta membuka peluang ekspor bagi UMKM Indonesia di berbagai negara tujuan pelayaran.
Sebanyak 79 Taruna AAL bersama perwira pendamping dan kru KRI Bima Suci mengikuti pelayaran tersebut. Selain itu, terdapat 52 peserta delegasi ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 24 negara sahabat, sehingga total peserta mencapai 131 orang yang akan berlayar menempuh rute Surabaya – Jakarta – Belawan – Sri Lanka – Singapura – Vietnam – China – Korea Selatan – Rusia – Jepang – Filipina – Bitung dan kembali ke Surabaya dengan total jarak 16.877 Nautical Mile selama 124 hari.

Dihadapan awak media, Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi para Taruna dalam memperdalam ilmu kelautan. Kasal juga menambahkan bahwa para peserta sangat antusias mengikuti pelayaran ini sebagai sarana untuk membangun persahabatan antar pelaut dari berbagai negara, sekaligus mempererat seaman brotherhood di antara mereka.
Pelayaran muhibah diplomasi ini menjadi bukti konkret komitmen Indonesia dalam memperkuat diplomasi pertahanan regional, menjalin persahabatan, dan mencetak generasi pemimpin maritim yang siap menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks.
Demikian Berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

