BOGOR – Luwihliang, Wakil Bupati Bogor Jaro Ade, mendorong para santri untuk menjadi garda terdepan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN). Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan sosialisasi P4GN di Pondok Pesantren Ummul Quro, Kecamatan Leuwiliang, Jumat (28/11/2025).

P4GN merupakan upaya nasional yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk pesantren, untuk memerangi bahaya narkotika. Program ini mencakup edukasi bahaya narkoba bagi generasi muda, kerja sama dengan BNN dan kepolisian dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika, serta langkah komprehensif untuk mengurangi permintaan maupun pasokan barang haram tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wabup Jaro Ade menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Pondok Pesantren Ummul Quro yang berhasil menghadirkan Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, di tengah padatnya agenda nasional.
“Ini bentuk kecintaan beliau terhadap Ummul Quro dan para ulama. Tentu ini menjadi kehormatan bagi kita semua,” ujarnya.
Jaro Ade menegaskan bahwa para santri Ummul Quro adalah calon pemimpin hebat, calon ulama besar, serta calon pengusaha masa depan yang akan berperan dalam mewujudkan Indonesia Emas. Karena itu, kata dia, menjaga generasi muda dari ancaman narkoba merupakan bagian fundamental dalam pembangunan bangsa.
“Pak Komjen Suyudi telah mampu menahan peredaran narkoba dari jalur internasional, mengedukasi masyarakat, dan menggerakkan strategi Indonesia bersih dari narkoba. Upaya ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup juga meminta dukungan BNN dan pesantren untuk terus memperkuat edukasi bahaya narkoba bagi para santri. Ia berharap bimbingan dan sosialisasi dapat dilakukan secara berkelanjutan agar santri semakin kuat menghadapi ancaman narkoba.
“Semoga melalui sosialisasi P4GN ini, para santri semakin kuat dan siap menjadi generasi yang bersih, unggul, serta mampu mengisi Indonesia Emas,” pungkas Jaro Ade.
Editor : Red



