BOGOR — Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB University menggelar aksi bertajuk “PANTERA: Malaria – Membangkitkan Perlawanan Buruh Indonesia” pada Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Graha Widya Wisuda mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.
Aksi tersebut dikemas sebagai ruang diskursus publik yang inklusif,terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Sejumlah agenda telah disiapkan panitia, mulai dari mimbar bebas, diskusi terbuka, hingga lapak baca. Rangkaian ini diharapkan mampu memperkuat partisipasi publik dalam mengawal isu-isu sosial, khususnya sektor ketenagakerjaan.

Menteri Aksi dan Propaganda BEM KM IPB, Fadhlan Nurfaqih, mengungkapkan bahwa kondisi buruh dan petani saat ini masih memprihatinkan. Berdasarkan hasil observasi lapangan, ditemukan adanya pekerja dengan penghasilan sekitar Rp50.000 per hari, yang dinilai jauh dari standar hidup layak.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi realitas sosial yang harus menjadi perhatian serius pemerintah. Setiap gerakan yang kami lakukan didasarkan pada kajian dan data empiris,” ujarnya.
Selain itu, BEM KM IPB juga menyoroti kondisi petani di sekitar kampus yang masih menggunakan alat produksi sederhana dan kerap terjerat utang kepada tengkulak.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, organisasi mahasiswa tersebut tengah menyusun policy brief berbasis data primer dan sekunder yang akan diserahkan kepada pemerintah pusat maupun daerah.

Setelah itu, Ketua Panitia PANTERA, Yudistira, menyebut kegiatan ini sebagai inovasi dalam mendorong keterlibatan publik terhadap isu sosial. Ia menegaskan bahwa PANTERA tidak hanya berfokus pada aksi massa, tetapi juga mengedepankan aspek edukasi.
“Kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif dalam gerakan sosial. Melalui program seperti Mimbar Bebas dan Mimbar Histori, masyarakat diharapkan dapat belajar menyampaikan aspirasi secara lebih terarah dan konstruktif,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan PANTERA, BEM KM IPB berharap dapat menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemangku kebijakan, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya perlindungan hak dan kesejahteraan pekerja di Indonesia.

