BOGOR – Pengungsi korban bencana alam di kawasan Puncak, tepatnya di Kampung Bina Taruna RT 01/05, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mulai mengalami gangguan kesehatan. Balita menjadi kelompok paling rentan terdampak. Selain itu, stok bantuan makanan yang sebelumnya tersedia kini mulai menipis.

Kondisi tersebut terungkap dalam aksi kemanusiaan yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bogor, Selasa (17/2/2026).


Longsor dan Banjir Akibat TPT Jebol di Puncak Bogor

Sebelumnya, wilayah tersebut diterjang longsor dan banjir akibat jebolnya Tembok Penahan Tebing (TPT) setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Puncak pada Sabtu (14/2/2026).

Bencana hidrometeorologi itu menyebabkan sembilan rumah yang dihuni 12 kepala keluarga (KK) atau total 42 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 12 jiwa terpaksa mengungsi di rumah kontrakan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Bogor.

Ketua DPD PSI Kabupaten Bogor, Rena Da Frina, mengatakan hasil asesmen di lokasi menunjukkan para pengungsi, khususnya balita, mulai terserang penyakit.

“Korban yang tinggal di pengungsian, terutama balita, mulai diserang penyakit akibat faktor cuaca dan kondisi lingkungan yang kurang sehat,” ujarnya saat meninjau lokasi bersama Wakil Ketua Umum PSI, Ronald Aristone Sinaga.

Menurutnya, kebutuhan mendesak saat ini adalah obat-obatan, pasokan makanan, serta peralatan memasak.

“Obat-obatan sepertinya luput dari perhatian. Stok makanan juga mulai habis, dan peralatan memasak yang ada harus digunakan bersama,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Bogor: 42 Jiwa Terdampak