Kabupaten Limapuluh Kota – Pepatah lama itu terasa nyata bagi Dr. Yossi Danti, SH, MH. Setelah diiming-imingi akan ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat (GR) Kabupaten 50 Kota, namanya justru dihapus dari usulan Surat Keputusan (SK). Lebih menyakitkan lagi, ia mengaku difitnah dengan tudingan tak bermartabat: disebut sebagai “wanita mentel” yang memiliki 24 suami.


Fitnah itu, menurut Yossi—yang akrab disapa Tutut—diduga dilontarkan oleh RW selaku Ketua DPW dan F selaku Bendahara DPW Partai Gerakan Rakyat Sumatera Barat.

Di hadapan awak media, Tutut mengungkapkan kekecewaannya dengan nada tertahan. Sebagai perempuan dan akademisi bergelar doktor hukum, ia mengaku tak habis pikir dengan tuduhan yang menurutnya sangat merendahkan martabat dan kehormatan dirinya.

“Saya bergabung dengan niat baik. Saya ingin membesarkan partai di Kabupaten 50 Kota. Tapi yang saya terima justru fitnah yang sangat keji,” ujarnya.

 Harapan yang Pupus Sebagai pendukung Anies Baswedan. 

Tutut mengaku bersemangat ketika diminta memimpin DPD Partai Gerakan Rakyat di daerahnya. Ia bahkan bersiap menghadiri Rakernas di Hotel Aryaduta Jakarta pada 18–19 Januari 2026, atas instruksi dan ajakan langsung dari Rita Widyawati, Ketua DPW Partai dan Fitriawati, Bendahara Partai.

Dengan penuh antusias, ia membeli kain dasar dan menjahit seragam oranye Gerakan Rakyat. Pekerjaannya sebagai advokat pun sempat ia tangguhkan demi berangkat ke Jakarta.

“Saya berangkat dengan hati gembira. Karena saya pikir ini awal pengabdian politik saya,” katanya.

Namun sesampainya di Jakarta, kenyataan berkata lain. Nama Yossi ternyata telah dihapus dari SK DPD Kabupaten 50 Kota dan diganti dengan nama lain. Padahal sebelumnya ia telah menerima soft copy usulan kepengurusan dalam format PDF yang telah ditandatangani oleh Ketua DPW.