SULSEL,– Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani terus mengoptimalkan pengawasan dan tata kelola pemerintahan desa melalui program strategis berbasis preventif. Hal ini disampaikan dalam rangkaian kegiatan Optimalisasi Program Jaksa Garda Desa yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus DPD dan DPC ABPEDNAS di Sulawesi Utara, Selasa (7/4/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy, serta jajaran pengurus pusat ABPEDNAS dan perangkat desa se-Sulawesi Utara.

Dalam arahannya, Jamintel menegaskan bahwa peran Kejaksaan Republik Indonesia kini tidak lagi berfokus pada pendekatan represif semata, melainkan mengedepankan langkah preventif dalam mencegah tindak pidana korupsi, khususnya pada pengelolaan dana desa.

“Pendekatan preventif menjadi sangat penting, mengingat tren kasus korupsi dana desa terus meningkat secara signifikan akibat besarnya alokasi anggaran yang belum diimbangi dengan pengawasan optimal,” ujar Reda.

Data menunjukkan lonjakan perkara korupsi dana desa secara nasional, dari 187 perkara pada 2023 menjadi 275 perkara di 2024, hingga mencapai 535 perkara pada 2025. Sementara pada triwulan pertama 2026, tercatat 79 perkara dalam tahap penyidikan.


Di wilayah Sulawesi Utara, pada periode yang sama ditemukan empat perkara terkait Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Dari jumlah tersebut, satu perkara masih dalam tahap penyidikan dan tiga lainnya telah memasuki tahap penuntutan.

Menurut Jamintel, kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas sumber daya manusia aparatur desa, lemahnya sistem perencanaan, serta potensi moral hazard.

Sebagai solusi, Kejaksaan menghadirkan transformasi digital melalui Program Jaksa Garda Desa yang berfungsi sebagai pendamping hukum bagi aparatur desa. Program ini didukung oleh dua inovasi utama, yakni Aplikasi Jaga Desa untuk monitoring anggaran secara real-time dan terintegrasi, serta Aplikasi Jaga Dapur MBG guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

“Aplikasi Jaga Dapur MBG memungkinkan masyarakat melaporkan kualitas makanan serta memberikan apresiasi kepada satuan pelayanan pemenuhan gizi yang bekerja optimal,” jelasnya.