JAKARTA – Forum Ulama dan Aktivis Islam (FORMULA) secara resmi bergabung dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bergabungnya FORMULA ditetapkan melalui Surat Keputusan MUI Nomor Kep-2-a/DP-MUI/1/2026, yang menegaskan komitmen FORMULA menjadi bagian dari wadah persatuan organisasi kemasyarakatan Islam di tingkat nasional.

MUI selama ini dikenal sebagai rumah besar umat Islam Indonesia yang menghimpun berbagai ormas Islam. Kehadiran FORMULA di dalamnya diharapkan semakin memperkuat peran ulama dan aktivis Islam dalam menjaga persatuan umat serta merespons berbagai tantangan kebangsaan dan dinamika global.
Ketua Umum FORMULA, Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto, menegaskan bahwa bergabungnya FORMULA dengan MUI bukan sekadar persatuan simbolik, melainkan langkah strategis untuk membangun sinergi yang nyata dan berkelanjutan.
“Tidak cukup hanya bersatu, tetapi harus bersinergi. Menjadi satu bangunan yang kokoh, saling menopang, saling melengkapi, dan saling menguatkan,” ujar Dedi Hermanto kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam percaturan global. Namun, tantangan umat Islam saat ini semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi yang kuat antarorganisasi.
“Kondisi dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Umat Islam Indonesia harus mampu mengambil peran strategis, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di tingkat global,” tegasnya.
Saat ini, Pengurus Besar FORMULA telah terbentuk dan tersebar di 30 provinsi di Indonesia, serta telah mengantongi Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (SK Kemenkumham) sebagai legalitas organisasi.

Ke depan, PB FORMULA berharap dapat berkontribusi aktif serta bersinergi dan tersinkronisasi dengan seluruh ormas Islam yang tergabung dalam MUI, guna memperkuat persatuan umat serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Dengan bergabungnya FORMULA, MUI diharapkan semakin solid sebagai payung besar umat Islam Indonesia dalam menghadapi dinamika sosial, nasional, dan global.

