JAKARTA - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 yang digelar secara daring dari Markas Besar TNI, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Rapim Kemhan–TNI Tahun 2026 dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin melalui konferensi video dari Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta.
Forum strategis ini mengusung tema utama “Pengembangan Sistem Pertahanan Negara Menjaga dan Mengendalikan Kedaulatan NKRI.”
Rapim ini menjadi ajang penting untuk menyelaraskan kebijakan, strategi, dan alokasi anggaran pertahanan Tahun Anggaran 2026, guna memastikan kesiapan negara dalam menghadapi dinamika ancaman dan tantangan pertahanan di masa mendatang.
Dalam arahannya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa penyelenggaraan pertahanan negara berlandaskan pada amanat Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, terutama kewajiban negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Menhan juga menekankan pentingnya peran Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Menurutnya, Sishankamrata merupakan kekuatan pertahanan yang utuh dan tidak terpisahkan, mencakup sinergi antara TNI dan seluruh komponen rakyat.
Rapim tersebut diikuti oleh jajaran tinggi di lingkungan Kemhan dan TNI. Dari pihak Kementerian Pertahanan, turut hadir Wakil Menteri Pertahanan, Sekretaris Jenderal Kemhan, Inspektur Jenderal Kemhan, Rektor Universitas Pertahanan, serta pejabat Eselon I dan II.

Sementara itu, dari unsur TNI, Rapim diikuti secara daring oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan (TNI AD, TNI AL, dan TNI AU), serta jajaran pejabat utama TNI.

