BOGOR — Gunung Putri, Pemerintah Desa (Pemdes) Wanaherang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Wanaherang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat religius dan berkeadilan sosial melalui kegiatan Pengajian Syari’ah yang dirangkaikan dengan santunan kepada 102 anak yatim. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Jami An-Nashr, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran pemerintah desa, pengurus MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah dan warga sekitar. Selain menjadi sarana pembinaan keagamaan, acara ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Perwakilan Kepala Desa Wanaherang, Heri, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan yang disertai aksi sosial merupakan bagian dari visi Pemdes Wanaherang dalam mewujudkan desa yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
“Pengajian Syari’ah dan santunan anak yatim ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah desa bersama MUI kepada masyarakat,” ujar Heri.
Menurutnya, keberpihakan terhadap anak-anak yatim merupakan amanah moral yang harus dijaga secara konsisten melalui sinergi lintas elemen, baik pemerintah desa, lembaga keagamaan, maupun masyarakat.
Sementara itu, MUI Desa Wanaherang menegaskan bahwa Pengajian Syari’ah menjadi sarana strategis dalam meningkatkan pemahaman keagamaan umat agar nilai-nilai Islam dapat dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pengajian ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara kaffah, sehingga tercipta kehidupan bermasyarakat yang damai, saling menghormati, dan penuh kepedulian,” ungkap perwakilan MUI.
Santunan kepada 102 anak yatim menjadi salah satu puncak kegiatan yang sarat makna. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan kebahagiaan, menumbuhkan semangat, serta meringankan beban anak-anak yatim dan keluarganya.
Pemdes Wanaherang dan MUI berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari ikhtiar membangun Desa Wanaherang yang tidak hanya maju secara pembangunan fisik, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial



