Tapanuli Utara – Kasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua I Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mendampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam penyerahan bantuan stimulan rumah rusak di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (13/2/2026).


Kegiatan tersebut turut diikuti secara virtual oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Bantuan stimulan diberikan untuk perbaikan rumah rusak ringan dan sedang bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Secara keseluruhan, sebanyak 17.273 unit rumah mendapatkan alokasi bantuan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana tersebut.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat terdampak di sejumlah daerah, meliputi Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Nagan Raya, Bener Meriah, Subulussalam, Gayo Lues, Aceh Singkil, Tapanuli Selatan, Deli Serdang, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Agam, Pasaman Barat, Kota Padang, Pasaman, dan Padang Panjang.


Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dibentuk pemerintah untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Satgas ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, dengan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Tim Satgas serta didukung oleh TNI, Polri, dan BNPB.

Usai penyerahan bantuan, Wakil Ketua I Satgas PRR Letjen TNI Richard Tampubolon bersama Menko PMK Pratikno meninjau sejumlah infrastruktur terdampak bencana, di antaranya Jembatan Perintis Garuda dan SMA St. Fransiskus di Kelurahan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan percepatan pemulihan pascabencana berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (*)