BOGOR — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor melaksanakan aksi penanaman 1.000 pohon di kawasan hulu resapan air Desa Leuwimekar, Kabupaten Bogor, sebagai bentuk respon nyata terhadap krisis ekologis yang kian mengancam wilayah Bogor, Minggu (21/12/2025).

Aksi tersebut merupakan bagian dari program #GerakanPenghijauan yang diinisiasi secara mandiri oleh Aliansi BEM se-Bogor. Kegiatan ini menjadi batch pertama dari rangkaian gerakan penghijauan berkelanjutan yang telah diagendakan untuk dilaksanakan di sejumlah titik strategis lainnya di wilayah Bogor.

Koordinator Aliansi BEM se-Bogor menyampaikan bahwa kondisi lingkungan Bogor saat ini berada dalam status rawan bencana ekologis akibat degradasi kawasan hulu dan daerah resapan air. Menurutnya, mahasiswa tidak dapat lagi berhenti pada diskursus akademik semata, melainkan harus hadir melalui aksi konkret di lapangan.

“Bogor saat ini berada dalam kondisi zona merah dan terus dibayangi ancaman bencana ekologis. Mahasiswa harus mengambil peran aktif, bukan hanya berteori di ruang kuliah, tetapi hadir langsung menjaga kawasan hulu yang semakin kritis,” ujarnya.

Penanaman 1.000 pohon ini disebut sebagai wujud dari tiga komitmen utama Aliansi BEM se-Bogor. Pertama, komitmen menjaga dan merawat lingkungan dengan mengambil tanggung jawab langsung memulihkan fungsi kawasan resapan air. Kedua, komitmen melakukan mitigasi nyata sebagai langkah preventif untuk menekan risiko bencana alam di masa mendatang. Ketiga, komitmen mengawal isu lingkungan hidup agar tetap menjadi prioritas dalam agenda gerakan mahasiswa Bogor.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, akademisi, masyarakat setempat, hingga dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Kehadiran lintas elemen ini dinilai sebagai bukti pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, meski Aliansi BEM se-Bogor menegaskan bahwa partisipasi tersebut harus diiringi dengan aksi berkelanjutan.

Aliansi BEM se-Bogor juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Lingkungan Hidup RI yang turun langsung ke kawasan hulu resapan air Desa Leuwimekar. Kehadiran tersebut dimaknai sebagai bentuk pengakuan negara terhadap kegelisahan mahasiswa dan masyarakat Bogor atas kondisi lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Meski demikian, Aliansi BEM se-Bogor menekankan bahwa penanaman pohon tidak boleh berhenti pada agenda seremonial. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan didorong untuk menjadikan momentum ini sebagai dasar memperkuat kebijakan tata ruang serta perlindungan kawasan hulu dan daerah resapan air secara berkelanjutan.

Melalui aksi penanaman pohon ini, Aliansi BEM se-Bogor menegaskan komitmennya untuk terus berada di garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Gerakan ini diharapkan dapat menjadi pemantik kesadaran kolektif demi memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati air bersih dan lingkungan yang sehat di wilayah Bogor.