JAKARTA — Ketua Dewan Pembina Yayasan Rumah Juang Indonesia, Muh Ageng Dendy Setiawan mendukung persatuan nasional, dia menegaskan bahwa persatuan nasional menjadi faktor krusial bagi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin memanas, khususnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih luas. Sabtu, (7/03/2026).


Menurut Dendy, meningkatnya ketegangan geopolitik global tidak hanya berdampak pada stabilitas politik internasional, tetapi juga berpotensi memicu krisis ekonomi global, gangguan rantai pasok energi dan pangan, serta risiko terhadap stabilitas keamanan nasional berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Situasi geopolitik dunia saat ini menuntut seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional. Indonesia harus tetap solid dan menempatkan kepentingan nasional di atas segala perbedaan,” ujar Dendy dalam keterangannya kepada media.


Pria yang juga sebagai eksponen aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini menilai bahwa dalam situasi global yang penuh ketidak pastian, dukungan terhadap kepemimpinan nasional dan program strategis pemerintah menjadi penting untuk menjaga stabilitas negara. Dendy menyatakan dukungannya terhadap langkah dan program kerja Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan nasional, menjaga stabilitas ekonomi, serta meningkatkan kesiap siagaan pertahanan negara di tengah dinamika geopolitik global.

Menurutnya, penguatan ketahanan pangan, energi, stabilitas ekonomi, serta sistem pertahanan nasional merupakan langkah strategis agar Indonesia mampu mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin timbul apabila konflik global semakin meluas.

“Potensi krisis ekonomi global dan ancaman terhadap stabilitas keamanan nasional harus diantisipasi sejak dini. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi sangat penting untuk memastikan Indonesia tetap kuat dan stabil,” imbuhnya.

Dendy juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah bangsa di tengah situasi global yang sensitif.

“Sejarah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu melewati berbagai tantangan besar ketika persatuan nasional dijaga. Dengan kebersamaan serta dukungan terhadap arah kebijakan pemerintah, saya yakin Indonesia mampu menghadapi dinamika geopolitik global dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional,” ungkapnya.

Dendy menambahkan bahwa gagasan persatuan nasional sejatinya telah lama menjadi fondasi pemikiran kebangsaan Indonesia, sebagaimana sering ditekankan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno.